Februari adalah bulan yang penuh dengan cinta begitulah harapan semua orang yang sedang jatuh cinta, kasmaran, bahkan ketika patah hati februari tetap ditunggu oleh mereka. Ya hari valentine yang datang hanya setiap satu tahun sekali tanggal 14 februari. Jika bicara mengenai hari valentine, boleh dikatakan bagiku tak ada yang begitu special di hari ini untukku. Pertama kali aku mengenal valentine ketika masih Sekolah dasar saat itu walaupun sudah mulai tertarik dengan lawan jenis aku hanya tahu valentine itu memberikan coklat kepada sahabat perempuanku. Beranjak SMP ketika aku mulai mengalami fase jatuh cinta, berpacaran, valentine membuatku begitu sedih karena saat itu pacarku justru berselingkuh dan tidak memberikan coklat tanda kasih sayang untukku. Hmmmm, saat itu aku benci valentine tapi setelah lebih dewasa sewaktu duduk di bangku SMA baru kusadari valentine tak hanya milik pasangan yang sedang jatuh cinta dengan kekasihnya tapi milik semua orang yang menghargai cinta dengan tulus.
Valentine memang selalu membuatku kecewa pernah ketika semua orang merayakan valentine saat itu aku sedang berduka atas perginya almarhum nenek ku di saat yang bersamaan juga kekasihku memilih mengakhiri hubungannya denganku karena alasan longdistance sehingga dia menganggap penantianku selama ini hanya hal yang tidak masuk akal. Saat itu tak ada tangis yang terjatuh dalam bentuk air mata, tapi kesedihan itu tak bisa kusembunyikan sehingga tersimpan menjadi rasa apatis terhadap valentine. Bukanku tak menghargai hari special ini tapi rasa takut akan kehilangan seseorang menjadi alasan untukku jika mengingat valentine akan tiba.
Saat ini aku memang kembali jatuh cinta, walaupun terkadang bayang-bayang masa lalu menghantuiku tentang cerita cinta yang kurang sedap untuk diingat .Rasa takut kehilangan lagi pasti ada, tapi ku tidak senaif dulu aku sadar cinta adalah anugrah dariNYa harus ku syukuri ketika cinta datang dan aku terima dengan lapang dada jika cinta itu bukan milikku lagi bukankah tiada yang abadi di dunia ini jadi kuputuskan untuk mendoktrin pikiranku sendiri agar tidak pernah takut akan kehilangan.
Aku menyayangi pria yang saat ini sudah mencintaiku walaupun belum ku ketahui seberapa tulus dia mencintaiku bagiku itu belum terlalu penting karena dirinya hadir seperti seorang sahabat yang setia mengobrol denganku untuk mengusir rasa sepi di hati, sebenarnya jauh aku lebih senang jika aku bisa menjadi pendengar setianya, tempatnya berkeluh kesah, kadang perasaan takut juga datang, apakah suatu hari dia akan meninggalkanku? Atau mungkinkah dia bisa setia?…. sering pertanyaan ini singgah di benakku tapi prinsipku life is not imagine.
Valentine semoga tahun ini kau tidak membuatku jenuh dengan harapan manis seperti coklat atau setangkai mawar, ku harap aku akan berdamai dengan valentine tahun ini, tahun selanjutnya, dan seterusnya. Teman jangan takut mencintai siapapun seperti pepatah yunani hati yang mencinta selalu muda.
Jika coklat itu makanan yang begitu special saat valentine maka…..jadikanlah cinta&kasih sayang sebagai hal yang termanis sebagai pelengkap hidupmu by Rai Setiawati.


