Archive | puisi RSS feed for this section

Menjauhlah

2 May

Aku hanya ingin jauh
Menjauh dari semuanya
Senyumku mulai habis terkikis
Mengembara di daun talas
Sudah cukup meneguk air asin
Takdir dan alam senang menggodaku
Sudah kulalui berjalan tanpa alas kaki
Sudah kucoba bernafas dengan hati
Namun tetap susah ku menemukannya…….

By : Tia Aghata

Setetes air mata

26 May

Tak pernah bersuara jika terluka
Tak pernah menjerit jika semakin terluka
Sesuatu sudah membungkam dirimu
Semakin banyak yang tak mengerti hadirmu
Suam-suam kuku mereka menilaimu
Tak banyak yang boleh jadi sahabatmu
…yha..takut..mungkin takut dikatakan pecundang
Banyak hamparan demi hampran menggebu-gebu
Ada banyak tiap satu baris kalimat terencana sudah lama
Aku bersahabat hanya denganmu,
aku terluka hanya denganmu,aku bahagia hanya denganmu
Hanya denganmu di saat kata-kata bukan lagi penolongku,bukan lagi pemberi isyarat terbaik
Disaat bersahabat denganmu….semua akan sangat mengerti..jiwaku terlalu sepi digerogoti bulan hitam kemarin
Jiwaku selalu membutuhkan kehadiranmu,….semakin banyak kau menetes di pipiku..semakin basah pipiku, semakin membengkak mataku
Kau mengajarkanku….hidup ini pasti akan pernah bersahabat denganmu ( air mata)

Jiwa Murni

11 Apr

Aku sedang menuju kesuatu tempat
Pergi ke tempat berkendaraan jiwa
Merangkak untuk menyebrangi sungai
Berlari di kerikil panas
Sungguh jauh tempat yang ingin kutuju
Lelah rasanya hati terkikis hingga ingin menjauh
Benarkah tempat itu segera kutemukan jika jiwaku sering terkikis…
Oleh ketulusan…..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.