Tak pernah bersuara jika terluka
Tak pernah menjerit jika semakin terluka
Sesuatu sudah membungkam dirimu
Semakin banyak yang tak mengerti hadirmu
Suam-suam kuku mereka menilaimu
Tak banyak yang boleh jadi sahabatmu
…yha..takut..mungkin takut dikatakan pecundang
Banyak hamparan demi hampran menggebu-gebu
Ada banyak tiap satu baris kalimat terencana sudah lama
Aku bersahabat hanya denganmu,
aku terluka hanya denganmu,aku bahagia hanya denganmu
Hanya denganmu di saat kata-kata bukan lagi penolongku,bukan lagi pemberi isyarat terbaik
Disaat bersahabat denganmu….semua akan sangat mengerti..jiwaku terlalu sepi digerogoti bulan hitam kemarin
Jiwaku selalu membutuhkan kehadiranmu,….semakin banyak kau menetes di pipiku..semakin basah pipiku, semakin membengkak mataku
Kau mengajarkanku….hidup ini pasti akan pernah bersahabat denganmu ( air mata)